Kami Melayani Penjualan Tiket Pesawat : Air Asia, Citilink, Garuda, Kalstar, Lion Air, Merpati, Sriwijaya, Tiger Airways, Trigana Air, dan Hotel.

Kami melayani Penjualan Tiket Pesawat Secara online..

Lebih Cepat dan juga Praktis, Karena E-Ticket akan langsung kami kirim ke alamat email Anda.

TIDAK ADA MARK UP HARGA TIKET

( Sesuai Yang ditetapkan MASKAPAI Penerbangan )

Silahkan Anda Cek Tiket Promo Dengan Form Dibawah Ini !

KLIK DISINI UNTUK TATACARA BOOKING TIKET

SAI Tour & Travel
JL. Dr. Susanto, Gang 5, Kp. Randukuning Rt. 01, Rw. 03
Kel. Pati Lor, Kec. Pati, Kab. Pati 59111

Powered by : PT. ANTA UTAMA
Akta Notaris No. : 17, Tanggal : 15 Januari 2009
SK Kehakiman No. : AHU-1475.AH.01.01 Tahun 2009
Ijin Usaha Pariwisata No. : 556/11/419.45/2009
SIUP No. : 503.5/033/419.38/2009
TDP No. : 13.11.1.63.00368
NPWP No. : 02.666.101.7-622.000
Sertifikat ASITA No. : 0343/XII/DPP/2009

Kamis, 19 Juni 2014

Kemenhub Minta Tigerair Mandala Pastikan Nasib Tiket Penumpang


Jakarta - Maskapai Tigerair Mandala menyatakan berhenti terbang pada 1 Juli 2014 nanti. Kementerian Perhubungan meminta Tigerair Mandala memperhatikan hak-hak calon penumpang.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Djoko Murdjatmodjo kepada detikFinance, Rabu (18/6/2014).

"Mereka sudah membuat konferensi pers berarti sudah pasti (berhenti operasi). Yang penting sementara ini dia menyatakan bertanggung jawab atas penumpangnya," kata Djoko.

Dikatakan Djoko, low cost carrier (LCC) tersebut berkomitmen untuk melaksanakan kewajibannya kepada penumpang. Uang calon penumpang yang sudah membeli tiket akan dikembalikan atau penumpang dioper ke maskapai lain

"Ada yang di-refund, ada yang naik pesawat lain," tegasnya.

Alasan Tigerair Mandala menghentikan kegiatannya adalah karena maskapai ini terus merugi. Meski demikian, maskapai yang mayoritas sahamnya dipegang Tigerair ini tetap mengutamakan hak penumpang yang sudah membeli tiket pesawat setelah tanggal 1 Juli 2014.

"Tigerair Group akan membantu semua penumpang yang terkena dampak penghentian kegiatan operasi ini baik melalui pengalihan penerbangan ke penerbangan yang dioperasikan Tigerair (TR) jika ada kursi yang tersedia atau melalui pengembalian dana tiket yang dipesan untuk periode perjalanan pada atau setelah 1 Juli 2014," tegas Tigerair Mandala dalam pernyataan resminya.
Menurut mereka, sebenarnya Tigerair tidak memiliki kewajiban untuk melakukan hal ini. Namun tindakan ini dilakukan secara sepihak sebagai bentuk dari niat baik Tigerair.

Untuk informasi lebih lanjut, penumpang yang membutuhkan klarifikasi serta bantuan bisa mengunjungi situs Tigerair, atau menghubungi call center Mandala di (+6221) 2939-6688 atau call center Tigerair terhitung dari tanggal 18 Juni 2014 hingga 31 Juli 2014.

"Kami sangat menyesalkan dengan keputusan ini, dan memohon maaf kepada para karyawan dan keluarga, para penumpang, serta mitra atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Dewan juga berterima kasih kepada para penumpang, pemerintah, pejabat Bandar udara dan penyedia layanan atas dukungannya selama ini," kata Jusman Syafii Djamal, Ketua Dewan Komisaris Tigerair Mandala.

Tigerair Mandala Tak Lagi Mengudara, Bagaimana Nasib Penumpang?


Jakarta - Maskapai Tigerair Mandala akhirnya menghentikan seluruh operasionalnya mulai 1 Juli 2014. Lantas, bagaimana nasib penumpang yang sudah terlanjur beli tiket pesawat? 

Alasan Tigerair Mandala menghentikan kegiatannya adalah karena maskapai ini terus merugi. Namun dalam rilis yang diterima detikFinance, Rabu (18/6/2014) Tigerair Mandala tetap mengutamakan hak penumpang yang sudah membeli tiket pesawat setelah tanggal 1 Juli 2014.

"Tigerair Group akan membantu semua penumpang yang terkena dampak penghentian kegiatan operasi ini baik melalui pengalihan penerbangan ke penerbangan yang dioperasikan Tigerair (TR) jika ada kursi yang tersedia atau melalui pengembalian dana tiket yang dipesan untuk periode perjalanan pada atau setelah 1 Juli 2014," tegas Tigerair Mandala dalam pernyataan resminya.

Menurut mereka, sebenarnya Tigerair tidak memiliki kewajiban untuk melakukan hal ini. Namun tindakan ini dilakukan secara sepihak sebagai bentuk dari niat baik Tigerair.

Untuk informasi lebih lanjut, penumpang yang membutuhkan klarifikasi serta bantuan bisa mengunjungi situs Tigerair, atau menghubungi call center Mandala di (+6221) 2939-6688 atau call center Tigerair terhitung dari tanggal 18 Juni 2014 hingga 31 Juli 2014.

"Kami sangat menyesalkan dengan keputusan ini, dan memohon maaf kepada para karyawan dan keluarga, para penumpang, serta mitra atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Dewan juga berterima kasih kepada para penumpang, pemerintah, pejabat Bandar udara dan penyedia layanan atas dukungannya selama ini," kata Jusman Syafii Djamal, Ketua Dewan Komisaris Tigerair Mandala.

Tigerair Mandala Tak Punya Uang dan Gagal Dapat Investor


Jakarta - Manajemen Tigerair Mandala telah menyatakan untuk berhenti beroperasi mulai 1 Juli 2014. Kesulitan modal dan gagal dapat investor baru jadi alasannya.

"Nggak punya duit," kata Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murdjatmodjo kepada detikFinance, Rabu (18/6/2014).

Selain itu, beberapa waktu lalu dikabarkan ada dua calon investor yang berminat masuk ke Tigerair Mandala, beberapa di antaranya adalah PT Citilink Indonesia dan PT Indonesia AirAsia. 

Namun, Djoko mengatakan, keduanya gagal mencapai kata sepakat dengan Tigerair Mandala sehingga, tak satu pun yang jadi investor baru di maskapai yang dulu bernama Mandala Airlines ini.

"Terakhir Citilink batal, lalu AirAsia itu sudah hampir final, sudah oke, oke, oke tapi batal juga akhirnya. Dua-duanya batal, nggak tahu kenapa saya," kata Djoko.

Meski berhenti beroperasi, maskapai yang mayoritas sahamnya dipegang Tigerair ini tetap mengutamakan hak penumpang yang sudah membeli tiket pesawat setelah tanggal 1 Juli 2014.

Untuk informasi lebih lanjut, penumpang yang membutuhkan klarifikasi serta bantuan bisa mengunjungi situs Tigerair, atau menghubungi call center Mandala di (+6221) 2939-6688 atau call center Tigerair terhitung dari tanggal 18 Juni 2014 hingga 31 Juli 2014.

Tigerair Mandala Berhenti Terbang Mulai 1 Juli 2014


Jakarta - Dewan Direksi PT Mandala Airlines, yang beroperasi dengan merek Tigerair Mandala mengumumkan bahwa Tigerair Mandala akan menghentikan kegiatan operasional terhitung tanggal 1 Juli 2014.

Kebijakan yang diambil oleh Dewan Mandala merupakan keputusan yang sangat berat. Dewan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain: kondisi pasar yang sedang turun, serta meningkatnya biaya operasional akibat depresiasi rupiah yang cukup tajam terhadap dolar AS.

"Kami telah berusaha mencari berbagai solusi untuk tetap beroperasi, termasuk berdiskusi dengan calon mitra strategis dan penanam modal. Kelebihan kapasitas maskapai dibandingkan dengan jumlah penumpang, melemahnya nilai tukar Rupiah yang mencapai 20% sejak awal 2013 membuat meningkatnya biaya operasional Mandala secara signifikan," kata Ketua Dewan Komisaris Tigerair Mandala, Jusman Syafii Djamal, seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (18/6/2014).

Sejak beroperasi kembali di bulan April 2012, Mandala terus mengalami kerugian. Perkembangan industri yang menantang membuat pemegang saham sulit untuk terus memberikan dukungan keuangan kepada Mandala. 

Dewan meninjau posisi Mandala dan memutuskan bahwa Mandala tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk melanjutkan kegiatan operasionalnya. Maskapai telah secara resmi menyampaikan informasi terkait penghentian operasional terhitung tanggal 1 Juli 2014 ini kepada Direktorat Jenderal Perhubungan.

Setelah pengumuman ini, penerbangan terakhir yang akan dioperasikan oleh Mandala adalah RI545 pada tanggal 1 Juli 2014, yang dijadwalkan berangkat dari Hong Kong menuju Denpasar pada pukul 02.35. Selain penerbangan di atas, seluruh penerbangan Mandala pada tanggal 1 Juli 2014 dan seterusnya dibatalkan.
Lalu bagaimana nasib penumpang yang sudah beli tiket?

Ada Pesawat Garuda, Saatnya Berwisata ke Banyuwangi!

Jakarta - Perlahan namun pasti, Banyuwangi di Jawa Timur menjadi perhatian para traveler. Maskapai Garuda Indonesia pun optimistis penerbangan ke Banyuwangi akan menjadi favorit wisatawan.

"Kita yakin penerbangan Garuda dibutuhkan di sana," kata Direktur Marketing dan Penjualan Garuda Indonesia, Erijk Meijer dalam perbincangan dengan detikTravel, Rabu (4/6/2014).

Menurut Erijk, potensi penumpang yang paling utama adalah wisatawan. Penerbangan Surabaya-Banyuwangi-Bali diharapkan bisa membuka akses bagi wisatawan untuk mengalir masuk ke Banyuwangi.

"Kita buka dua titik dari Surabaya dan dari Bali," jelas Erijk.

Penerbangan Surabaya-Banyuwangi-Bali hanya dilakukan sehari sekali, dengan pesawat ATR 72-600 berkapasitas 60 orang. Selain wisatawan, potensi penumpang kedua adalah pebisnis atau investor yang mengembangkan usaha di Banyuwangi. Ketiga, warga Banyuwangi pun makin sering naik pesawat.

"Orang Banyuwangi sendiri juga butuh koneksi ke daerah lain," ujarnya.

Menurut Erijk, pesawat ke Banyuwangi ramai penumpang dan pihak Pemkab Banyuwangi ingin meminta tambah frekuensi penerbangan untuk rute Surabaya-Banyuwangi. Erijk kepada para traveler mengatakan, tingginya animo orang untuk terbang ke Banyuwangi adalah kesempatan besar untuk menjelajah kabupaten berjuluk Sunrise of Java tersebut.

"Banyak hal yang bisa dinikmati di Banyuwangi. Ini kesempatan bagus mumpung sudah ada Garuda masuk ke sana untuk wisatawan mengeksplor wisata di Banyuwangi," tutupnya.

Jelang Lebaran, AirAsia Indonesia Tambah Frekuensi Penerbangan



JAKARTA, KOMPAS.com - AirAsia Indonesia menambah frekuensi penerbangan beberapa rute favorit guna mengakomodir peningkatan permintaan dari para pelanggan menjelang periode mudik Lebaran di tahun ini. Total sebanyak 12.600 kursi penerbangan tambahan disediakan oleh AirAsia Indonesia selama periode tersebut.

Adapun rute-rute yang frekuensi penerbangannya ditambah adalah Jakarta (CGK) – Surabaya (SUB), Jakarta (CGK) – Bali (DPS), dan Jakarta (CGK) – Yogyakarta (JOG). Selain itu, AirAsia Indonesia juga menambah frekuensi penerbangan untuk rute internasional, yaitu Jakarta (CGK) – Singapura (SIN).

Mulai dari 23 Juli sampai 5 Agustus 2014, frekuensi penerbangan untuk rute Jakarta (CGK) – Surabaya (SUB), Jakarta (CGK) – Yogyakarta (JOG), dan Jakarta (CGK) – Singapura (SIN) akan bertambah dari empat kali sehari menjadi lima kali sehari. Sementara untuk rute Jakarta (CGK) – Bali (DPS) akan bertambah dari enam kali sehari menjadi delapan kali sehari.

"Lebaran adalah momen istimewa yang sangat erat kaitannya dengan tradisi mudik," ungkap Commercial Director AirAsia Indonesia, Andy Adrian Febryanto seperti termuat dalam siaran pers yang diterima Kompas Travel. 

Oleh karena itu, lanjutnya, guna mengakomodir peningkatan permintaan dari para pelanggan, AirAsia Indonesia akan menambah frekuensi penerbangan untuk beberapa rute seperti Jakarta (CGK) – Surabaya (SUB), Jakarta (CGK) – Bali (DPS), Jakarta (CGK) – Yogyakarta (JOG), dan Jakarta (CGK) – Singapura (SIN). Penambahan frekuensi ini akan berlangsung selama 14 hari atau mulai dari 23 Juli sampai 5 Agustus 2014. 

"Para pelanggan akan dapat memanfaatkan periode tersebut untuk terbang menuju kampung halaman," ungkapnya.

Saat ini AirAsia Indonesia mengoperasikan 30 pesawat Airbus A320 dengan kapasitas 180 kursi per penerbangannya. Tipe pesawat ini menawarkan kenyamanan lebih dengan ruang kabin yang lebih luas untuk para penumpang.        

Para pelanggan yang akan mudik, disarankan untuk membeli bagasi minimal empat jam sebelum waktu keberangkatan melalui situs resmi AirAsia ataupun kantor penjualan AirAsia Indonesia agar dapat lebih berhemat hingga 54 persen. 

AirAsia Indonesia menyediakan pilihan paket bagasi mulai dari 15 hingga 40 kilogram. Keuntungan lain dari layanan ini adalah bagasi berupa kereta atau keranjang bayi, kursi roda, tongkat atau alat bantu jalan lainnya dapat dimasukkan sebagai bagasi check-in secara gratis.


Garuda Indonesia Raih Penghargaan 'Indonesia's Most Admired Companies' untuk Kedua Belas Kali


Jakarta - Meraih suatu penghargaan yang sama selama 12 tahun berturut-turut bukanlah hal mudah. Meningkatkan kinerja perusahaan dan terus mengukir prestasi adalah kuncinya. Ini yang dilakukan oleh maskapai penerbangan kebanggaan tanah air, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Maka tak heran jika Garuda Indonesia berhasil meraih penghargaan "Indonesia's Most Admired Companies" untuk yang ke-12 kalinya. Penganugerahaan penghargaan telah dilakukan Rabu (4/6) dalam acara Gala Dinner Corporate Image Award 2014 di Ballroom Hotel Mulia – Jakarta.

Direktur Utama Garuda Indonesia – Emirsyah Satar hadir untuk menerima penghargaan yang diserahkan oleh CEO Frontier Consulting Group – Handi Irawan dan Direktur Utama PT Tempo Inti Media Harian Tbk. – Bambang Harimurti ini. "Ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Garuda Indonesia," ujar Emir.

Sejak tahun 2002, Garuda Indonesia selalu berhasil mempertahankan gelar sebagai perusahaan paling dikagumi di Indonesia. Emir mengatakan, "Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh karyawan Garuda Indonesia dan dukungan segenap mitra usaha Garuda Indonesia".

"Sejalan dengan program transformasi yang sekarang terus kami laksanakan di Garuda Indonesia, penghargaan ini semakin mendorong Garuda untuk mengembangkan diri menjadi global player – maskapai penerbangan yang kompetitif baik di dalam maupun di luar negeri" tutup Emir.

Ajang Corporate Image Award 2014 diselenggarakan atas kerjasama TEMPO dengan Frontier Consulting Group dan Majalah Marketing. Penentuan pemenang penghargaan "Indonesia Most Admired Companies 2014" berdasarkan hasil survey terhadap lebih dari 2.500 responden.

Domisili responden tersebar di Jakarta, Surabaya dan Medan. Metode survey yang digunakan meliputi wawancara tatap muka, wawancara via telepon dan survey online melalui kuesioner. Ada empat aspek penilaian survey yaitu:quality, performance, responsibility dan attractiveness.

Aspek quality meliputi kualitas produk/jasa, orientasi pelanggan, inovasi dan tingkat kepercayaan pelanggan. Aspek performance meliputi pertumbuhan perusahaan dan kinerja manajemen. Sementara itu, tanggung jawab lingkungan dan sosial masuk ke dalam aspek responsibility. Sedangkan aspek attractiveness mencakup kualitas pegawai dan posisi perusahaan sebagai tempat bekerja yang dianggap ideal.

Terima Kasih Telah Berkunjung ke SAI Tour & Travel